Malaysia yang Kian Menantang, Indonesia yang Semakin Meradang
Kontroversi Ambalat menyita perhatian nasional dan sempat memicu ketegangan bilateral RI-Malaysia. Reaksi keras beberapa tokoh DPR dan sebagian kelompok masyarakat, terutama mahasiswa, cukup mencengangkan masyarakat pada umumnya. Hal mencengangkan lain adalah betapa kasus ini mengamplifikasi tantangan-tantangan hukum dan keamanan yang harus dihadapi oleh Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan yang berdaulat, di saat yang bersamaan memiliki batas-batas negara yang langsung dengan beberapa negara.
Di satu sisi, TNI belum menunjukkan kekuatan matang untuk bisa mengatasi konflik potensial yang bisa saja muncul. Di sisi lain, masih banyak permasalahan hukum pada tataran nasional maupun internasional yang belum diperoleh titik temunya. Pengalaman masa lalu di mana Indonesia dikalahkan dalam perebutan Sipadan-Ligitan merupakan pengalaman traumatik yang terus membayang-bayangi Indonesia. Sejauh mana Hukum Laut dan Kelautan bisa bergerak untuk mengakomodasi permasalahan Ambalat di tengah wacana kedaulatan Indonesia yang kian mengental?
Bukan sekali ini kapal Malaysia masuk ke wilayah Indonesia. Dalam catatan Angkatan Laut Indonesia, selama Januari hingga April tahun ini, kapal milik angkatan bersenjata Malaysia telah sembilan kali masuk ke wilayah Indonesia.
Selama ini, sengketa terjadi karena Malaysia bepegang pada peta negara yang dibuat tahun 1979 yang memasukkan Ambalat sebagai bagian wilayahnya, sedangkan Indonesia berpegang pada ketentuan internasional yang mengatur batas wilayah laut kedua negara.
Masalahnya kini adalah akankah pemerintah Indonesia berdiam diri terus atau mengambil tindakan tegas untuk menjaga kedaulatan dan harga diri bangsa Indonesia ??
baca artikel terkait, klik disini










Malaysia memang tidak tahu malu, tapi Indonesia pun tidak mau tahu, tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, jika hal seperti itu terjadi dinegara lain, minimal tembakan peringatan pun sudah diberikan!! Ambalat bukan wilayah sengketa! tidak ada yang perlu diperdebatkan, karena Ambalat VALID DAN JELAS milik NKRI, jadi (seharusnya) tidak ada kompromi bagi negara manapun yang melanggarnya…
tidak bisa diungkapkan dengan kata2 wujud keprihatinan bangsa kita…Malaysia memang selalu saja melakukan provokasi-provokasi bukan hanya di ambalat saja, semua sektor Malaysia juga melakukan provokasi yang nota bene meremehkan negara kita (Indonesia)….kita tidak bisa tinggal diam dengan perlakuan Malaysia ini….mari kita lawan Malaysia dan negara mana aja yang akan merusak tatanan Negara Indonesia tercinta ini…mari wujudkan rasa nasionalisme kita dengan apa saja yang kita bisa….kita kembangkan segala lini…demi meRebut kembali Malaysia ke bumi Nusantara…..satu kata saja NKRI harga mati………..