Archive for the 'Pendidikan' Category

Satu lagi “harta berharga” milik bangsa Indonesia

No comments 25 November 2009 Under: Pendidikan, Sosok

MASRURI RAHMAN, PECATUR DUNIA.

3939Putra kelima dari 6 bersaudara pasangan Mudhakir Rahman (53) dan Kasem (42) ini tidak pernah membayangkan hobi yang ditekuninya bakal mengantarkannya menjadi juara catur tingkat ASEAN. Akhir April ini Masruri Rahman (11) yang tercatat sebagai siswa kelas 5 SDN XII Cempaka Baru, Jakarta, mengikuti pertandingan catur tingkat dunia di Yunani.

1. Diajari AYAH

Ketertarikan Masruri pada catur berawal dari seringnya melihat sang ayah bermain. Ayahnya memang hobi main catur sebagai hiburan selepas menarik bajaj. Saking seringnya mengamati orang bermain catur, lambat laun tumbuh keinginan untuk mencoba sendiri. Beruntung sang ayah bersedia mengajarkan. Jadilah sejak usia 7 tahun, Masruri terjun menekuni permainan yang membutuhkan kemampuan berstrategi ini. Ternyata Masruri memang berbakat.

Sang ayah tidak mengajarinya secara khusus, melainkan hanya di sela-sela waktu istirahatnya di malam hari. Sementara untuk mengasah kemampuannya, Masruri kerap mengajak kakak-kakaknya bertanding catur. Salah seorang kakaknya, Nicolas Rahman, memang seorang pecatur.

Tak puas dengan itu, Masruri kerap menantang para tetangga yang umurnya jauh lebih tua. Orangtuanya tak melarang malah memberi dukungan. Menurut sang ibu, cara seperti itu dapat melatih keberanian Masruri. Harapannya, sang putra tidak grogi saat mengikuti pertandingan. Read more …

Anak-anak Terlantar dan Pekerja Anak Menjadi Tanggung Jawab Siapa??

No comments 15 June 2009 Under: Pendidikan

anak_jalanan

Tanggal 12 Juni diperingati dunia sebagai Hari Anti Pekerja Anak se-Dunia. Lembaga PBB yang terkait erat dengan tema anti pekerja anak adalah ILO (International Labour Organization) dan UNESCO. Pada peringatan tahun ini, Direktur Jenderal UNESCO Koichiro Matsuura mengatakan saat ini ada 75 juta anak di dunia yang diabaikan haknya untuk menikmati pendidikan, di mana 55 juta di antaranya adalah anak perempuan. Sementara data ILO menyebutkan saat ini terdapat 218 juta anak usia 5-17 tahun yang dikategorikan sebagai pekerja.Ironisnya, tidak banyak orang Indonesia yang tahu bahwa anak-anak berusia 5-17 tahun dilarang bekerja. Di kota-kota besar, dengan mudah kita dapat menemukan anak-anak dengan usia tersebut di jalan raya, baik sebagai penjaja koran, penjual asongan maupun sebagai pengamen di setiap perempatan jalan. Mungkin mereka tidak dapat dikategorikan sebagai pekerja anak, tetapi kepedulian masyarakat kota terhadap mereka sangat minim akan terabaikannya hak anak-anak itu untuk menikmati pendidikan.Menurut Alan Boulton, Direktur ILO Jakarta di Indonesia terdapat Read more …

Malaysia Juga Rendahkan Pendidikan Kita

No comments 13 June 2009 Under: Pendidikan

malayrenpi

Sikap lembaga pendidikan Malaysia yang merendahkan mahasiswa Indonesia akhirnya membuat para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia sepakat untuk tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada Seleksi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) tahun ajaran 2009.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto MSc mengatakan, kesepakatan tersebut hanya untuk calon mahasiswa asal Malaysia yang akan mengikuti SMPTN saja,  sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka.

“Penolakan PTN di Indonesia disebabkan Read more …

Akhir 2009 Targetkan Seluruh Desa Terkoneksi Internet

1 comment 13 June 2009 Under: Pendidikan

internet desaPada akhir tahun 2009, seluruh desa yang ada di Indonesia ditargetkan bisa terjangkau oleh jaringan telekomunikasi bahkan terkoneksi dengan akses internet.

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Prof. Dr. M. Nuh, mengatakan, dari total desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi sebanyak 31 ribu, pada akhir tahun 2009 dan paling lambat awal 2010 semua sudah tuntas jaringannya.

“Paling lambat awal tahun 2010 semua masyarakat pedesaan termasuk desa terpencil sekalipun sudah bisa menikmati jaringan telekomunikasi bahkan internet. Dan mereka Read more …

UJIAN NASIONAL-FORMALITAS ATAU IDEALIS BELAKA?

No comments 03 June 2009 Under: Pendidikan

UJIAN NASIONAL-FORMALITAS ATAU IDEALIS BELAKA?

PEMERINTAH sekarang agaknya mengidap penyakit keras kepala dan sulit mendengarkan protes masyarakat. Hal ini JELAS, sangat JELAS untuk kasus ujian nasional.

Padahal, ujian nasional itu semakin lama semakin banyak mudaratnya daripada maslahatnya. Ia bukan hanya melanggar undang-undang, melainkan juga membuat moral murid semakin buruk. Bahkan, ujian nasional menghancurkan guru yang jujur dan berani melaporkan kecurangan.

Pernyataan itu bukan asal bunyi. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 58 (1) jelas mengatakan bahwa ‘Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan’.

Jadi, yang melakukan evaluasi belajar adalah pendidik alias guru. Dengan ujian nasional, evaluasi hasil belajar bukan dilakukan guru, melainkan praktis sesungguhnya dilakukan menteri. Evaluasi belajar juga tidak mengindahkan proses, tidak peduli dengan kemajuan murid dari waktu ke waktu, dan sudah jelas ujian nasional membunuh esensi belajar sebagai proses berkelanjutan. Tetapi mengapa kebijakan yang melanggar undang-undang itu dibiarkan, dipertahankan, bahkan dibela mati-matian oleh Presiden dan Wakil Presiden?

Ujian nasional juga terbukti Read more …

Pendaftaran beasiswa Pemerintah Prancis 2010 Dibuka bulan November 2009

6 comments 30 May 2009 Under: Pendidikan

scholarshipPendaftaran beasiswa dari Pemerintahan Perancis atau Bourses du Gouvernement Francais (BGF) tahun 2010 untuk jenjang S2 dan S3 dibuka pada bulan November 2009.

Asisten CampusFrance Indonesia, Anton Hilman, di Jakarta, Kamis (28/5), mengatakan bahwa beasiswa diberikan kepada pejabat pemerintah, dosen, mahasiswa, dengan prioritas kepada mereka yang terlibat dalam program kerjasama antara Perancis dan Indonesia.

Sebelum mereka diberangkatkan ke Perancis, mereka akan mendapat pelatihan Bahasa Prancis di Jakarta selama setahun, katanya.

Menurut dia, Pemerintah Perancis, melalui Kedutaan Perancis di Jakarta, telah memberikan beasiswa untuk warga negara Indonesia selama lebih dari 28 tahun.

Adapun persyaratan untuk dapat menerima beasiswa di antaranya Read more …

Seminar Pembentukan Indonesian Brain Circulation Network

No comments 29 May 2009 Under: Pendidikan

brainTanpa disadari, Indonesia mempunyai SDM yang kompetitif dan sumber daya alam yang luar biasa sebagai modal pembangunan. Para ekspatriat Indonesia di Luar Negeri membahas potensi-potensi ini dalam seminar yang digelar di Aula KBRI Kuala Lumpur pada Sabtu (5/7).

Seminar kali ini mengambil tema: “Kebangkitan Nasional, HUT RI Ke-63, dan 10 Tahun Reformasi: Kontribusi Masyarakat Indonesia di Malaysia untuk Mengukuhkan Kebangkitan Bangsa.” Pembahasan ini menghasilkan suatu formulasi yang bisa diwujudkan dalam memanfaatkan potensi sumber daya manusia melalui pendayagunaan profesional dan ekspatriat Indonesia yang berada di luar negeri. Pemanfaatan tersebut dijalankan dengan menerapkan “Brain Circulation” (Jaringan Pendidikan dan Profesional) oleh para ekspatriat dan profesional Indonesia dalam membangun tanah airnya.

Sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas adalah kuncinya. Dan pendidikan adalah modal utama dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Kekayaan dan keanekaragaman sumber daya alam serta sumber daya manusia yang dimiliki bangsa Indonesia akan berlipat daya guna bila dikelola dan diatur oleh sumber daya manusia yang terdidik dan ahli di bidangnya melalui pengajaran. Hal ini sudah dibuktikan oleh Indonesia dalam rentang sejarah selama ini, bahwasannya Indonesia memang punya kemampuan yang unggul. Sudah saatnya Indonesia berpikir keras sekaligus bertindak nyata dalam memajukan pendidikan. Read more …

Pembiayaan Sekolah Berbasis Kualitas (Pengalaman Sukma Bangsa)

No comments 25 April 2009 Under: Home, Pendidikan

ISU pembiayaan sekolah menjadi penting jika dikaitkan dengan digulirkannya kebijakan anggaran pendidikan 20% mulai tahun anggaran 2009/2010, baik yang harus disediakan dalam kerangka APBN maupun APBD. Kajian tentang pembiayaan sekolah (school funding) menjadi relevan mengingat sistem pendidikan kita belum menganut asas pembiayaan sekolah secara integral yang berorientasi pada pengembangan aspek kualitas sebagai target pembiayaan sekolah. Isu pembiayaan sekolah bermutu (school quality funding) masih dihitung secara minimal, yaitu menyangkut besaran subsidi dari pemerintah untuk tiap siswa pada setiap tingkat satuan pendidikan. Perdebatan yang ramai dibicarakan oleh para praktisi, birokrat, dan politisi di sekitar pembiayaan pendidikan pun baru menyentuh aspek kebutuhan siswa sebagai unit analisnya, belum menghitung kebutuhan institusi sekolah sebagai sebuah pendekatan penjaminan mutu (quality assurance). Agar anggaran pendidikan 20% yang diamanatkan undang-undang dapat diserap secara efisien dan transparan, perlu dipikirkan skema-skema pembiayaan pendidikan dengan menggunakan sekolah sebagai unit analisis, bukan lagi kebutuhan siswa. Read more …

Next